Terdiri dari Fakultas Pertanian, Hukum, Sospol, KIP, Teknik, Sastra Filsafat, Ekonomi. Di Jln. Yos Sudarso No.107, Pabean, Dringu, Probolinggo, Jawa Timur. 67271

Archive for April, 2014

Informasi tentang Laman Acuan Jurnal Ilmiah

Sebagai informasi, Kami sampaikan beberapa laman yang sering diacu oleh jurnal ilmiah: 1. ISI Knowledge -Thomson Reuter (USA ) 2. SCOPUS (Netherland), http://www.scimagojr.com 3. Microsoft Academic Search, http://academic.research.microsoft.com 4. Ulrich’sPeriodicals Directory (Proquest) 5. Academic Search Complete (EBSCO) 6. Zentralblatt MATH ( Springer – Verlag) 7. DOAJ (Lund University Swedia) 8. Peridoque (EP Lausanne Switzerland) 9. SHERPA/RoMEO (Nottingham University, UK) 10. Index Copernicus(Poland) 11. Google Scholar Informasi terkait dengan laman-laman di atas adalah sebagai berikut:
  1. Nomor 1, 2 dan 3 dipakai sebagai acuan oleh Tim PAK untuk melihat apakah sebuah jurnal dikategorikan sebagai jurnal internasional bereputasi.
  2. Nomor 4,5 dan 6 tidak memberikan informasi pemeringkatan jurnal.
  3. Di laman no 7 DOAJ dalam Tahun 2013, jurnal terbitan Indonesia yang masuk dalam DOAJ sudah melewati angka 100 dan selalu bertambah setiap bulan. Jurnal yang masuk dalam DOAJ kualitasnya lebih baik dari jurnal nasional tidak terakreditasi
  4. Laman nomor 8, 9 dan 10 tidak memberikan informasi seperti di laman no 1, 2 dan 3 . Ada yang harus mendaftar dahulu agar bisa masuk kelaman tsb.
  5. Dari Scopus (www.scimagojr.com) akhir Agustus 2013, terdapat dua belas jurnal terbitan dari Indonesia terindeks di scopus dan diantaranya ada jurnal yang belum terakreditasi Dikti. Jurnal-jurnal tersebut sudah terindeks Scopus sejak tahun 2010 dan mempunyai SJR (indikator seperti IF di ISI Knowledge). Salah satu Jurnal belum terakreditasi Dikti tetapi sudah terindeks dan mempunyai SJR. Tim PAK berpendapat jurnal yang masuk dalam list scopus meskipun belum terakreditasi dikategorikan sebagai jurnal internasional bereputasi.
  6. Nomor 11 tidak memberikan informasi tentang pemeringkatan jurnal.
Dalam usulan kenaikan jabatan/pangkat sering ditemui karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal tidak terakreditasi (terbitan PT sendiri) dan penulis adalah salah satu dari editor jurnal. Dosen disarankan untuk menulis karya ilmiah di jurnal yang bidang keilmuannya sebidang dan tidak diterbitkan hanya dalam jurnal yang diterbitkan di jurnal PT sendiri.

Overlap Condition Journals

Bapak/Ibu dosen yth, Beberapa perkembangan artikel di jurnal menunjukkan beberapa hal yang perlu mendapat masukan bapak/ibu .  Beberapa waktu lalu ditemukan terdapat  e-Journal  yang terindeks di scopus www.scimagojr.com  mempunyai SJR ( impact factor) namun  termasuk juga dalam daftar jurnal meragukan ( questionable/predatory journals) oleh Jeffrey Beall. Yang artinya ada beberapa jurnal yang dapat dianggap sebagai jurnal internasional  bereputasi namun disisi lain dianggap sebagai jurnal meragukan, dan suatu jurnal yang dengan dua kondisi berbeda ini sering disebut jurnal dengan  overlap condition. Untuk itu kami mengharapkan masukan dari Bapak/Ibu apakah jurnal seperti ini masih dapat dikatagorikan sebagai jurnal internasional bereputasi.   A. Beberapa jurnal  dengan kondisi overlap yang sudah ditemukan oleh Tim PAK.
  1. Publisher: International Digital Organization for Scientific Information (idosi) www.idosi.org/journals.htm, nama jurnal : Academic Journal  of cancer Research. Kejanggalan yang sudah diketahui  :
    1. Seorang author namanya tercantum dalam seluruh artikel dalam satu nomor terbitan,
    2. Volume dan nomor terbitan tidak beraturan, dalam satu tahun dapat terbit lebih dari satu volume
    3. Pada satu issue dimuat artikel2 yang author nya dari wilayah tertentu.
  2. World Scienctific and Engineering Academic Society (WSEAS)  www.wseas.org. Salah satu Associate Editor di jurnal  WSEAS Transactions on Circuits and Systems pernah ditemui oleh salah seorang anggota Tim PAK ditahun 1999 di Perth sudah berumur hampir 80 tahun, dan artinya sekarang sudah mendekati 100 tahun usianya , apakah  mungkin?
  3. Publisher World Academy of Science Engineering and Technology (WASET) www.waset.org  juga perlu dicermati dan diberikan pendapat tentang jurnal.
  4. Publisher  Academic Journals  salah satunya African Journal of Bio Technology , terindeks scopus mempunyai SJR. Menurut Jeffrey Beall jurnal ini dikelola oleh satu orang . Kalau dilihat foto  Editornya adalah orang orang yang sudah sangat sepuh  usianya mungkin sama  dengan yang di  Publisher WSEAS.
Kalau diperhatikan perkembangan terakhir, Jeffrey Beall menyajikan data:
  1. Jurnal meragukan tahun 2011,sebanyak  18 buah
  2. Jurnal meragukan tahun 2012 sebanyak  23 buah
  3. Jurnal meragukan tahun 2013 sebanyak 225 buah
  4. Jurnal meragukan tahun 2014 sebanyak 477 buah
Oleh karena itu mungkin masih banyak  jurnal overlapping lainnya, silahkan memberikan masukan.
B. Elsevier yang merupakan salah satu Publisher dari negeri Belanda menawarkan jika ada konferensi  berkualitas baik dan memerlukan prosiding mereka mempunyai paling tidak 20 subject category procedia yang siap menampung . lebih lanjut bisa dilihat  di www.elsevier-products/procedia. Yang menjadi pertanyaan , ada procedia yang sudah terindeks scopus dan mempunyai SJR ( Energy Procedia) dan ada yang belum terindeks (Procedia Technology). Apakah prosiding seperti ini dapat disetarakan dengan jurnal internasional bereputasi? C.  The Dhaka Universtiy  Journal of Pharmaceutical  Sciences mencoba untuk mengecoh para scholar se olah olah sama  dengan Dhaka Universtiy  Journal of Pharmaceutical  Sciences yang terindeks di scopus. Perlu kehatian hatian dalam mempublikasikan hasil penelitian di suatu jurnal , kemiripan nama jurnal bias berakibat fatal D. Internasional  society for Horticultura Sciences (ISHS)  menerbitkan beberapa journal ( sering disebut Proceeding) yang berasal  dari semua makalah  di seminar /symposium  di lingkungan asosiasi ini.  Nama jurnal nya utama Acta Horticulturae( AH) terindeks scopus dan mempunyai SJR . Kalau terbit sebagai  jurnal salah satu jurnalnya bernama  Proceeding of the Internasional ISHS –ProMUsa Symposium on Global Perspective on Asian Challenge.   Acta Horticulturae  tidak ada dalam list JB namun yang jadi pertanyaannya adalah, jurnal2 AH yang terindeks scopus berupa proceeding  dan jumlahnya cukup banyak ( 20 buah) E. Dari masukan yang disampaikan oleh rekan Tim PAK ada artikel “Who’s afraid of peer review?” yang diterbitkan di SCIENCE 4 October 2013 vol 342  http://www.sciencemag.org/content/342/6154/60.full.pdf  silahkan baca lebih lanjut.   Pengujian yang dilakukan oleh  J Bohannon dengan menggunakan bogus paper nya mengungkapkan  bahwa paling tidak 20% jurnal yang dikatagorikan predatory journal oleh Jefrrey Beall menolak paper tsb sehingga  dapat dikatakan sebagai jurnal yang baik proses reviewnya . Sedangkan 45% jurnal yang terindeks di DOAJ ( The Who’s Who credible open acces journals) menerima paper tsb. Beberapa jurnal yang dipilih dan dikirim bogus paper dari publisher Elsevier, Wolter Kluwer ( pembeli Medknow) dan Sage   semua menerima bogus paper itu. Cerita lebih lengkap silahkan baca di tautan terkait . Oleh karena itu para dosen yang akan mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal inernasional harus berhati hati dan perlu cek dan recek apakah jurnal tersebut adalah jurnal inernasional bereputasi.

Sosialisasi Australia Award Scholarsip

By Admin on February 27, 2014
Foto : Sosialisasi Australia Award Scholarsip
(Rabu, 26/02/2014), kedutaan besar Indonesia di Australia mengadakan kerjasama sosialisasi Australia Award Scholarship (AAS) dengan Kopertis Wilayah VII. Acara yang bertempat di ruang Prof. Soedarso Djojonegoro, gedung Amarta Kopertis wilayah VII ini dihadiri oleh 40 orang perwakilan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS). AAS merupakan program kerjasama pembangunan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia. AAS ini ditujukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Indonesia, sehingga nantinya dapat membangun Indonesia kedepan dengan lebih baik. Jawa Timur memiliki potensi yang besar, karena data dari AAS menunjukkan bahwa banyak individu berpotensi khususnya dosen yang mendapatkan beasiswa dan setelah menyelesaikan studi di Australia mereka mampu membangun Jawa Timur dan Indonesia menjadi lebih baik. Pendaftaran AAS ini mulai dibuka pada tanggal 1 Februari 2014 dan ditutup tanggal 18 Juli 2014, dan proses seleksi terbuka untuk umum dan menyediakan kesempatan yang sama kepada semua orang tanpa memandang gender, suku dan keterbatasan fisik. Para pendaftar yang berminat mengikuti program AAS ini bisa langsung mengunduh formulir pendaftaran di www.australiaawardsindonesia.org.
(Rabu, 26/02/2014), kedutaan besar Indonesia di Australia mengadakan kerjasama sosialisasi Australia Award Scholarship (AAS) dengan Kopertis Wilayah VII. Acara yang bertempat di ruang Prof. Soedarso Djojonegoro, gedung Amarta Kopertis wilayah VII ini dihadiri oleh 40 orang perwakilan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS). AAS merupakan program kerjasama pembangunan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia. AAS ini ditujukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Indonesia, sehingga nantinya dapat membangun Indonesia kedepan dengan lebih baik. Jawa Timur memiliki potensi yang besar, karena data dari AAS menunjukkan bahwa banyak individu berpotensi khususnya dosen yang mendapatkan beasiswa dan setelah menyelesaikan studi di Australia mereka mampu membangun Jawa Timur dan Indonesia menjadi lebih baik. Pendaftaran AAS ini mulai dibuka pada tanggal 1 Februari 2014 dan ditutup tanggal 18 Juli 2014, dan proses seleksi terbuka untuk umum dan menyediakan kesempatan yang sama kepada semua orang tanpa memandang gender, suku dan keterbatasan fisik. Para pendaftar yang berminat mengikuti program AAS ini bisa langsung mengunduh formulir pendaftaran di www.australiaawardsindonesia.org.

Membangun Budaya Akademik Melalui Tata Kelola Perguruan Tinggi Yang Baik

Oleh Firman Hidayat – 11 March 2014 | 0 View
Hermawan Kresno Dipojono Jakarta, 11 Maret 2014—Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dit. Lemkerma Ditjen Dikti) menyelenggarakan Workshop Penguatan dan Pemberdayaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Regional I di Jakarta. Workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perguruan tinggi dalam perencanaan dan pengembangan serta pengelolaan perguruan tinggi ini berlangsung selama dua hari, 10-11 Maret 2014 di Park Hotel, Jakarta. Direktur Dit. Lemkerma Hermawan Kresno Dipojono dalam sambutannya mengatakan bahwa seiring dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan informasi yang sangat pesat di era digital ini, perguruan tinggi dituntut tidak hanya fokus dalam proses pemindahan ilmu pengetahuan ( knowledge transfer), namun juga berperan aktif dalam membangun budaya akademi yang baik. “ Budaya akademik yang baik akan menjadi salah satu faktor pembeda antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya,” ujar Hermawan. Perguruan tinggi yang hanya fokus dalam knowledge transfer, lambat laun akan semakin tertinggal dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya. Dalam penjelasannya, Hermawan mengatakan bahwa saat ini bahan ajar dari berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia dapat diperoleh secara lengkap bahkan gratis melalui internet. Namun hal ini tidak mengurangi minat ribuan calon mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi tersebut, walaupun mereka harus membayar sangat mahal untuk kuliah disana. “Apa yang mereka cari? yang mereka cari adalah kultur pendidikan/ budaya akademik di kampus tersebut yang tidak dapat mereka peroleh melalui buku ataupun belajar secara online.” jelas Hermawan. Untuk membangun budaya akademik yang baik pada suatu perguruan tinggi dibutuhkan proses yang tidak instan. Salah satu syarat yang dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut adalah tata kelola perguruan tinggi yang baik. Inilah salah satu alasan Ditjen Dikti dalam menyelenggarakan Workshop Penguatan dan Pemberdayaan Kelembagaan Perguruan Tinggi. Pada kesempatan yang sama Koordinator Kopertis Wilayah III Ilza Mayuni menyatakan bahwa Tata Kelola Perguruan Tinggi yang sehat sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi. Ilza berpesan agar hasil yang diperoleh selama workshop dapat dibawa ke daerah masing-masing untuk didesiminasikan kembali kepada mitra kerja. Workshop ini dihadiri oleh perwakilan dari 51 perguruan tinggi swasta dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta berasal baik dari unsur pimpinan perguruan tinggi maupun pimpinan yayasan. Hadir sebagai narasumber dalam workshop ini Rizal Z. Tamin yang akan membahas topik Good University Governance, Johannes Gunawan dengan topik Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi, Gendut Suprayitno dengan topik Penyusunan Rencana Strategis Perguruan Tinggi, Bernadette M. Waluyo dengan topik Resolusi Konflik dan Lilis Nuraida yang akan mengulas seputar Hibah. (FH/HS)

Kontak Kami

Alamat : Jln. Yos Sudarso No. 107, Pabean, Dringu, Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia
Kode Pos : 67271
Telepon : (0335) 422715 - (0335) 427923
Fax : (0335) 422715
eMail : baak@upm.ac.id
ptik@upm.ac.id
ptikupm@gmail.com
sekretariat@upm.ac.id

e-Journal UPM    Sistem Informasi Mahasiswa - SIM